
Banda Aceh — Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Divisi Humas menyelenggarakan kegiatan “Mengatur Strategi Perkuliahan yang Efektif dengan MBKM dan KRS” pada Sabtu, 27 Juli 2024 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan Ir. Haqul Baramsyah, S.T., M.Eng.Sc. dan Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc. sebagai narasumber.
Kegiatan ini membahas bagaimana mahasiswa dapat merencanakan perkuliahan melalui Kartu Rencana Studi (KRS) serta memanfaatkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai bagian dari proses pengembangan kompetensi. Dalam Kurikulum 2024–2028 berbasis Outcome Based Education (OBE), KRS tidak hanya berkaitan dengan pemilihan mata kuliah dan pemenuhan jumlah SKS, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan kompetensi dan arah profesional mahasiswa.
Kurikulum 2024–2028 Program Studi Teknik Pertambangan USK menetapkan 147 SKS dalam delapan semester, yang terdiri atas 131 SKS mata kuliah wajib dan 16 SKS mata kuliah pilihan. Mata kuliah pilihan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperdalam bidang ilmu, meningkatkan keterampilan profesional, kemampuan teknologi informasi, kewirausahaan, dan soft skills. Beberapa mata kuliah pilihan juga memiliki karakteristik yang dapat diekuivalensikan dengan kegiatan MBKM.
KRS dan MBKM Mendukung Profil Lulusan
Perencanaan akademik melalui KRS dan pengalaman belajar melalui MBKM memiliki keterkaitan dengan Profil Lulusan Program Sarjana Teknik Pertambangan USK. Profil lulusan tersebut mencakup praktisi tambang, akademisi, technopreneur dan birokrat. Lulusan juga diarahkan untuk memiliki keahlian kuat di bidang pertambangan serta mampu mengembangkan, mengaplikasikan, dan menyinergikan ilmu pertambangan dalam pengelolaan potensi sumber daya alam.
Dengan demikian, pilihan mata kuliah dan kegiatan pembelajaran yang dijalani mahasiswa dapat disesuaikan dengan kompetensi dan arah profesional yang ingin dikembangkan. Pengalaman MBKM seperti magang, pertukaran mahasiswa, maupun penelitian dapat menjadi ruang untuk menerapkan dan memperluas pengetahuan yang diperoleh melalui perkuliahan.
Mengarah pada Profil Profesional Mandiri
Keterkaitan tersebut selanjutnya bermuara pada Profil Profesional Mandiri (PPM) Program Studi Teknik Pertambangan. PPM tidak hanya menggambarkan jenis profesi yang dapat dijalankan lulusan, tetapi juga kontribusi yang diharapkan setelah menyelesaikan pendidikan.
Melalui PPM, lulusan Teknik Pertambangan diharapkan mampu menyediakan sumber daya manusia yang memiliki keahlian kuat di bidang pertambangan; menghasilkan peneliti, akademisi, dan praktisi yang berdaya saing; membantu pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam secara komprehensif dan terintegrasi; serta berperan dalam pengembangan ilmu dan pengelolaan sumber daya alam tidak terbarukan (non-renewable resources) pada tingkat nasional maupun internasional.
Oleh karena itu, KRS dan MBKM tidak hanya dipandang sebagai bagian dari administrasi dan kegiatan akademik mahasiswa. Keduanya menjadi bagian dari proses pendidikan yang menghubungkan perencanaan studi, pengembangan kompetensi, Profil Lulusan, dan Profil Profesional Mandiri. Dalam kerangka OBE, proses tersebut diarahkan agar pendidikan tidak berhenti pada penyelesaian mata kuliah dan perolehan SKS, tetapi menghasilkan lulusan yang mampu menerapkan kompetensinya dan memberikan kontribusi sesuai bidangnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Teknik Pertambangan USK diharapkan dapat menyusun perjalanan akademiknya secara lebih terarah, memanfaatkan peluang MBKM, serta mengembangkan kompetensi sesuai dengan profil profesional yang diminati. Dengan demikian, proses perkuliahan dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, terampil, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam bidang pertambangan, pendidikan, penelitian, pemerintahan, kewirausahaan, serta pengelolaan sumber daya alam.
